Potensi dan Jenis Rotan Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah dengan luas hutan sebesar 4.394.932 ha atau sekitar 64% dari wilayah Provinsi (6.803.300 ha), memiliki potensi rotan yang cukup besar. Besarnya potensi rotan di Sulawesi Tengah ini, mendorong berkembangnya industri pengolahan rotan mentah menjadi rotan polis dan…

Tanaman Obat dari Hutan Lindung Gawalise – Sulawesi Tengah

Salah satu potensi yang dimiliki hutan lindung adalah pemanfaatan obat tradisional yang berasal dari tumbuhan dan satwa liar. saat ini, peluang dan pasaran obat tradisional cukup besar, sepanjang mampu memenuhi standar kualitas dan keamanan. Sulawesi Tengah, dengan luas hutan lindung…

Perkembangan Program REDD+ di Sulawesi Tengah

Kemarin sore, 26 September 2011, saya mendapat tugas dari pimpinan untuk menjadi salah satu narasumber pada kegiatan talkshow di salah satu stasiun radio terkait dengan saveguard dalam proses implementasi REDD+ di Sulawesi Tengah, yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pantau…

Perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar Sulawesi Tengah Tahun 2010

Beberapa jenis tumbuhan dan satwa liar dari Provinsi Sulawesi Tengah yang diperdagangkan pada Tahun 2010, meliputi: A.   APPENDIX CITES II I         TUMBUHAN 2        Cyathes contaminans 1        Gyrinops spp) 2        Cyathes contaminans Kelas Anthozoa (Koral/Karang) 3        Acropora spp 4        Alveopora spongiosa…

Visi-Misi Gubernur Sulawesi Tengah dan Pelestarian Hutan Lindung

Sulawesi Tengah memiliki potensi hutan lindung dengan luas 1.489.923 ha, merupakan modal dasar pembangunan yang secara optimal dapat dikelola seperti halnya kawasan konservasi atau kawasan produksi. Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan…

Bahan Baku Rotan Kota Palu, Sulawesi Tengah

Perusahaan agroindustri yang memiliki keunggulan kompetitif akan dapat berkembang menjadi lebih besar, sebaliknya perusahaan agroindustri yang tidak memiliki keunggulan kompetitif tidak dapat berumur panjang. Untuk itu, maka pembangunan agroindustri perlu dilakukan dengan konsep berkelanjutan. Menurut Soekartawi (2001:19-38) ada empat faktor…