Mengenal Pohon Kayu Putih

Anda pasti tidak asing dengan minyak kayu putih yang berkhasiat sebagai obat, insektisida, dan wangi-wangian. Bahkan pada saat Pandemi COVID-19 sekarang ini, minyak kayu putih banyak diinformasikan dapat menyembuhkan orang yang terpapar virus corona.Sebagai komoditas perdagangan, minyak kayu putih dengan mudah dapat diperoleh di apotik, toko ataupun di warung. Anda juga mungkin tidak asing dengan kayu putih yang merupakan pohon penghasil minyak kayu putih tersebut ?

Berikut gambaran singkat mengenai pohon kayu putih berdasarkan pengamatan sederhana dan beberapa sumber pustaka.

Penghasil minyak atsiri

Kayu putih (Melaleuca leucadendron L.) merupakan pohon yang daun dan rantingnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku penyulingan (pembuatan) minyak atsiri berupa minyak kayu putih (cajuput oil). Selain sebagai sumber bahan baku penyulingan minyak kayu putih, pohon kayu putih juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan lainnya.

Dapat tumbuh besar

Pohon kayu putih memiliki kulit kayu yang tebal seperti kertas atau gabus berwarna putih. Karena warna kulit kayunya yang putih inilah, makanya dinamai pohon kayu putih. Daunnya berukuran panjang ≥6 cm dengan lebar ≥0,8 cm yang berbentuk meruncing. Sedangkan bunga pohon ini berukuran kecil berwarna krem atau putih kehijauan. Kayu putih merupakan pohon besar yang dapat tumbuh hingga ±20 meter.

Berasal dari Australia

Pohon kayu putih berasal dari Australia dan saat ini sudah tersebar di Indonesia, terutama di pulau Jawa, Kepulauan Maluku, Kepulauan Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, dan pulau Sumatera.

Tanaman rehabilitasi

Pada beberapa tempat, pohon kayu putih selain telah diusahakan secara teratur sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) untuk menghasilkan minyak atsiri, pohon ini juga banyak ditanam untuk tujuan merehabilitasi tanah kritis serta tanah yang kurang produktif karena dapat tumbuh baik pada lahan yang tidak subur.

Tumbuh di semua daerah

Pohon kayu putih dapat tumbuh dengan baik hampir di seluruh wilayah, yakni di daerah dataran rendah dan rawa-rawa yang memiliki ketinggian tempat 400 m dari permukaan laut. Selain itu, pohon kayu putih dapat tumbuh di daerah yang mengandung air garam, angin bertiup kencang, kering dan berhawa sejuk, sehingga pohon ini dapat juga ditanam di daerah pantai dan pegunungan. Pohon ini juga dapat tumbuh dengan baik di daerah yang tandus, tahan panas dan dapat bertunas kembali setelah terjadi kebakaran.

Berbeda kadar sineol

Pohon kayu putih yang tumbuh subur di rawa-rawa memiliki komposisi kimia yang berbeda dengan yang terdapat pada dataran rendah. Pohon yang tumbuh di rawa-rawa mempunyai kadar sineol rendah, bahkan ada yang tidak mengandung sineol.

1 komentar

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: